burung

Tuesday, September 18, 2012

OBAT SAKIT GIGI

Bagi kamu yang memiliki masalah dengan gusi bengkak, ada obat tradisional yang mungkin manjur. Oh ya gusi bengkak ini hanya untuk yang disebabkan oleh sakit gigi. Beriktu cara mengatasinya :
Sediakan dulu bahan2 untuk obat :
    * secukupnya daun cabe rawit yang segar.
    * Air 5 tetes atau secukupnya
Sedangkan untuk membuat obat tradisional dengan menggunakan bahan2 yang ada diatas untuk mengurasi gusi bengkak akibat sakit gigi adalah sebagai yang tertera dibawah ini, ambil daun cabe rawittadi kemudian dikucek ditangan atau di haluskan dengan menggunakan alat (namun sebaiknya memakai tangan saja uleknya) dan jangan lupa dicapur dengan air sedikit kemudian jika sudah berwarna hijau. cairan tadi diambil lalu dioleskan pada bagian pipi yang bengkak.

OBAT JERAWAT

Cara penggunan daun pepaya dalam tujuan menghilngkan jerawat juga cukup mudah. Berikut adalah cara nya:  
   1. Ambil 2-3 helai daun pepaya yang sudah tua dan jemur.
   2. Lumatkan daun pepaya tersebut dan diberi air kemudian diperas untuk diambil sarinya.
   3. Oleskan sari daun pepaya tersebut pada jerawat.
Hanya dengan 3 langkah itu saja bisa membuat kulit anda semakin cantik dan itu cukup menggunakan penghilang jerawat bernama daun pepaya,


Ups jangan salah masih ada lagi cara alami dalam menghilangkan jerawat, yaitu menggunakan lobak :
   1. Cucilah lobak secukupnya, kemudian parutlah lobak tersebut dan ambil airnya.
   2. Tambahkan cuka apel sedikit dan campur hingga rata.
   3. Oleskan pada jerawat, diamkan hingga mengering.
   4. Setelah kering, bersihkan dengan air.
   5. Lakukan secara rutin hingga jerawat teratasi.

OBAT PANAS DALAM

Demam biasa disebut orang sebagai panas dalam, tapi ini sebenarnya bukan penyakit melainkan gejala adanya suatu penyakit. Kamu dapat mengatasi hal ini dengan Tebu sebagai obat, berikut caranya
   1. Ambil tebu, kupas lalu potong-potong
   2. Tambahkan sedikit akan ilalang
   3. Lalu rebus dengan 5 gelas air hingga mendidih
   4. Minum 3 kali sehari sebanyak 1 gelas setiap kali minum
Tapi masih ada cara tradisional lain untuk menurunkan panas dalam. Kali ini obat yang digunakan adalah menggunakan bahan Ramuan selasih. Kamu bisa mendapatkannya di warung tradisional.Di dalamnya terisi kurang lebih satu sedok teh biji selasih, sebongkah kecil gula batu, selembar kulit merah (entah kulit kayu apa persisnya) dan buah sebesar pala yang saya tak ingat lagi namanya.

Setelah itu ramuan tinggal diseduh dengan air panas,

Sebungkus ramuan ini tinggal diseduk dengan air panas dalam wadah tertutup. Tak lama biji-biji selasih akan mengembang, seperti telur katak. Begitu juga buah (yang mirip buah pala), akan pecah dan isinya mengembang seperti agar-agar. Kulit merah sesuai namanya memberikan warna merah dalam ramuan, baunya pun sangat khas. Rasa manis disumbangkan bongkahan gula batu. Jika telah dingin, obat ini dapat diteguk dan rasanya benar-benar segar…

Silahkan diminum, jika masih tidak bisa menurunkan panas dalam kalian, segera hubungi dokter terdekat…

OBAT SAKIT PERUT

1. Ambil segelas air putih biasa (tidak dingin dan tidak juga panas)
2. Masukkan 3 sendok makan Tepung SAGU.
3. (Optional / boleh tidak, boleh juga iya) Masukkan gula jawa (Sesuai Selera)
4. (Optional / boleh tidak, boleh juga iya) Masukkan garam sesuai selera, untuk penyedap saja.
5. Minum deh.
Jangan di campur apa-apa dulu, karena saya kawatir campuran lainnya bisa menyebabkan iritasi pada lambung dan usus. Setelah meminum resep ini di jamin semua gangguan perut yg ada didunia Ini hilang. Perut terasa lega dan bisa buang angin dengan tenang, tanpa was-was akan keluar kotorannya juga :) Hal ini disebabkan karena SAGU yg kita minum mampu melindungi usus dan lambung kita dari asam lambung yg berasal dari tubuh kita sendiri.

KASIAT BUNGA MELATI

Sedikit tentang bunga matahari
Tanaman ini umumya  pendek,dan tumbuh kurang dari setahun, tegak, berbulu, tinggi 1 - 3 m, Ditanam pada halaman dan taman-taman yang cukup mendapat sinar matahari, sebagai tanaman hias. Termasuk tanaman berbatang basah, daun tunggal berbentuk jantung, bunga besar/bunga cawan, dengan mahkota berbentuk pita disepanjang tepi cawan, berwarna kuning, dan di tengahnya terdapat bunga-bunga yang kecil berbentuk tabung, warnanya coklat.
Bagian terpenting: Seluruh bagian.
Untuk penyimpanan: dikeringkan.
Kegunaan setiap bagian:
Bunga: Tekanan darah tinggi, mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala,
pusing, sakit gigi, nyeri menstruasi (dysmenorrhoe), nyeri lambung
(gastric pain), radang payudara (mastitis), rheumatik (arthritis),
sulit melahirkan.
Biji: Tidak nafsu makan, lesu, disenteri berdarah, merangsang
pengeluaran rash (kemerahan) pada campak, sakit kepala.
Akar: Infeksi saluran kencing, radang saluran nafas (bronchitis), batuk
rejan (pertussis), keputihan (leucorrhoe).
Daun: Malaria.
Sumsum dari batang dan dasar bunga (reseptaculum): Kanker lambung,
kanker esophagus dan malignant mole. Juga untuk nyeri lambung, buang
air kemih sukar dan nyeri (dysuria), nyeri buang air kemih pada batu
saluran kencing, air kemih berdarah (hematuria) dan ari kemih berlemak
(chyluria).

Pemakaian untuk diminum:

Bunga: 30 - 90 gr.
Dasar bunga (Receptaculum): 30 - 90 gr.
Sumsum dari batang: 15 - 30 gr. rebus.
Akar : 15 - 30 gr.
Pemakaian luar: karena Terbakar, tersiram air panas, rheumatik.

Contoh cara pemakaian:
Bunga (Flower head) :
1. Sakit kepala: 25 - 30 gr bunga + 1 butir telur ayam (Tidak
dipecahkan) + 3 gelas air, direbus menjadi 1/2 gelas. Diminum sesudah
makan, 2 x sehari.
2. Radang payudara (Mastitis): Kepala bunga (tanpa biji), dipotong
halus-halus, kemudian dijemur. Setelah kering digongseng/sangrai sampai
hangus, kemudian digiling menjadi serbuk/tepung. Setiap kali minum
10-15 gr, dicampur arak putih + gula + air hangat. 3 kali sehari, minum
pertama kali harus keluar keringat. (Tidur pakai selimut).
3. Rheumatik: Kepala bunga digodok sampai menjadi kanji, ditempelkan ke
tempat yang sakit.
4. Disentri : 30 gr biji diseduh, kemudian ditim selama 1 jam. Setelah
diangkat, ditambahkan gula batu secukupnya, minum.
Akar : 1. Kesulitan buang air besar dan kecil: 15 - 30 gr akan segar
direbus, minum.
2. Infeksi saluran kencing: 30 gr akar segar direbus. (jangan
lama-lama, sewaktu baru mendidih, diangkat), minum.

Catatan penting : Sumsum dari batang dan dasar bunga berisi hemicellulose, yang menghambat sarcoma 180 dan ehrlich ascitic carcinoma pada tikus.
Ekstrak dari sumsum dapat menghancurkan nitrosamine dan dapat untuk
pencegahan dan pengobatan tumor saluran cerna (Tractus digestivus).
PERHATIAN : Wanita hamil dilarang minum rebusan bunga !

KASIAT BUNGA MELATI

Sedikit tentang bunga melati
Melati (jasminum sambac), bunganya berwarna putih mungil dan berbau harum, sering digunakan untuk berbagai kebutuhan. Melati, dapat berbunga sepanjang tahun dan dapat tumbuh subur pada tanah yang gembur dengan ketinggian sekitar 600 atau 800 meter diatas permukaan laut, asalkan mendapatkan cukup sinar matahari. Melati dapat dikembangbiakkan dengan cara stek. Tunas-tunas baru akan tampak setelah berusia sekitar 6 minggu.
Beberapa manfaat dan kegunaan dari melati
1. Menghentikan ASI yang keluar berlebihan
 Cara membuat: 1 genggam daun melati dipipis halus dan ditempel di seputar buah dada, setiap pagi sebelum mandi.
2. Sakit mata (mata merah atau belek)
    Cara membuat: 1 genggam daun melati dipipis halus lalu ditempel pada dahi, apabila sudah kering diganti baru, ulangi sampai sembuh.
3. Bengkak akibat serangan daun lebah
1 genggam bunga melati diremas-remas sampai halus dan ditempel pada bagian yang disengat lebah.
4. Demam dan sakit kepala
1 genggam daun melati, 10 bunga melati diremas-remas dengan tangan kemudian direndam dengan air dalam rantang sehabis itu air rendaman ini digunakan untuk kompres dahi.
5. Sesak napas
20 lembar daun melati dan garam secukupnya direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas dan disaring. Tempelkan di seputar buah dada, setiap pagi sebelum mandi.

KASIAT BUNGA PAGODA

Sedikit tentang bunga pagoda
Secara umum, bunga pagoda ditanam di taman, pekarangan rumah, atau di tepi jalan daerah luar kota sebagai tanaman hias. Perdu meranggas, tinggi 1-3 m. Batangnya dipenuhi rambut halus. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan. Helaian daun berbentuk bulat telur melebar, pangkal daun berbentuk jantung, daun tua bercangap menjari, panjangnya dapat mencapai 30 cm. Bunganya bunga majemuk berwarna merah, terdiri dari bunga kecil-kecil yang berkumpul membentuk piramid, keluar dari ujung tangkai. Buahnya bulat. Bunga pagoda dapat diperbanyak dengan biji.
Bagian yang digunakan adalah akar, bunga, dan daun. Untuk penyimpanan, akar harus dikeringkan.

Manfaat dari tiap bagian
-Akar digunakan untuk pengobatan:
-sakit pinggang (lumbago), nyeri pada rematik,
-tuberkulosis paru (TB paru) yang disertai batuk darah, -wasir berdarah
(hemoroid), berak darah (disentri),
-susah tidur (insomnia), dan
-bengkak (memar) akibat terbentur benda keras.
Bunga digunakan untuk pengobatan:
-penambah darah pada penderita anemia, -keputihan,
-wasir berdarah, dan
-susah tidur (insomnia).

Aturan pemakaian
Untuk obat yang diminum, rebus 30-90 g akar atau bunga. Selain , itu,
akar juga dapat dijadikan serbuk, lalu diseduh dan diminum.Untuk pemakaian luar, giling daun segar sampai halus, lalu bubuhkan pada bisul, koreng, dan memar. Selain itu, daun segar dapat diperas dan air perasannya dioleskan pada luka berdarah.

Contoh cara pemakaian
1.    Wasir berdarah
Masak 60 g akar atau bunga pagoda dengan usus sapi. Setelah dingin, kuahnya diminum dan usus sapinya dapat dimakan.
2.    Susah tidur
Keringkan bunga atau akar pagoda secukupnya, lalu giling untuk dijadikan serbuk. Ambil satu sendok teh serbuk tadi, lalu masukkan ke dalam satu seloki arak manis. Aduk rata, lalu minum sekaligus pada malam hari menjelang tidur.
3.    Bisul, koreng
Cuci daun bunga pagoda segar secukupnya, lalu giling sampai halus.
Tambahkan sedikit madu sambil diaduk merata. Bubuhkan ramuan tersebut
pada tempat yang sakit, lalu balut. Ganti ramuan ini tiga kali sehari.