burung

Tuesday, September 18, 2012

OBAT SAKIT GIGI

Bagi kamu yang memiliki masalah dengan gusi bengkak, ada obat tradisional yang mungkin manjur. Oh ya gusi bengkak ini hanya untuk yang disebabkan oleh sakit gigi. Beriktu cara mengatasinya :
Sediakan dulu bahan2 untuk obat :
    * secukupnya daun cabe rawit yang segar.
    * Air 5 tetes atau secukupnya
Sedangkan untuk membuat obat tradisional dengan menggunakan bahan2 yang ada diatas untuk mengurasi gusi bengkak akibat sakit gigi adalah sebagai yang tertera dibawah ini, ambil daun cabe rawittadi kemudian dikucek ditangan atau di haluskan dengan menggunakan alat (namun sebaiknya memakai tangan saja uleknya) dan jangan lupa dicapur dengan air sedikit kemudian jika sudah berwarna hijau. cairan tadi diambil lalu dioleskan pada bagian pipi yang bengkak.

OBAT JERAWAT

Cara penggunan daun pepaya dalam tujuan menghilngkan jerawat juga cukup mudah. Berikut adalah cara nya:  
   1. Ambil 2-3 helai daun pepaya yang sudah tua dan jemur.
   2. Lumatkan daun pepaya tersebut dan diberi air kemudian diperas untuk diambil sarinya.
   3. Oleskan sari daun pepaya tersebut pada jerawat.
Hanya dengan 3 langkah itu saja bisa membuat kulit anda semakin cantik dan itu cukup menggunakan penghilang jerawat bernama daun pepaya,


Ups jangan salah masih ada lagi cara alami dalam menghilangkan jerawat, yaitu menggunakan lobak :
   1. Cucilah lobak secukupnya, kemudian parutlah lobak tersebut dan ambil airnya.
   2. Tambahkan cuka apel sedikit dan campur hingga rata.
   3. Oleskan pada jerawat, diamkan hingga mengering.
   4. Setelah kering, bersihkan dengan air.
   5. Lakukan secara rutin hingga jerawat teratasi.

OBAT PANAS DALAM

Demam biasa disebut orang sebagai panas dalam, tapi ini sebenarnya bukan penyakit melainkan gejala adanya suatu penyakit. Kamu dapat mengatasi hal ini dengan Tebu sebagai obat, berikut caranya
   1. Ambil tebu, kupas lalu potong-potong
   2. Tambahkan sedikit akan ilalang
   3. Lalu rebus dengan 5 gelas air hingga mendidih
   4. Minum 3 kali sehari sebanyak 1 gelas setiap kali minum
Tapi masih ada cara tradisional lain untuk menurunkan panas dalam. Kali ini obat yang digunakan adalah menggunakan bahan Ramuan selasih. Kamu bisa mendapatkannya di warung tradisional.Di dalamnya terisi kurang lebih satu sedok teh biji selasih, sebongkah kecil gula batu, selembar kulit merah (entah kulit kayu apa persisnya) dan buah sebesar pala yang saya tak ingat lagi namanya.

Setelah itu ramuan tinggal diseduh dengan air panas,

Sebungkus ramuan ini tinggal diseduk dengan air panas dalam wadah tertutup. Tak lama biji-biji selasih akan mengembang, seperti telur katak. Begitu juga buah (yang mirip buah pala), akan pecah dan isinya mengembang seperti agar-agar. Kulit merah sesuai namanya memberikan warna merah dalam ramuan, baunya pun sangat khas. Rasa manis disumbangkan bongkahan gula batu. Jika telah dingin, obat ini dapat diteguk dan rasanya benar-benar segar…

Silahkan diminum, jika masih tidak bisa menurunkan panas dalam kalian, segera hubungi dokter terdekat…

OBAT SAKIT PERUT

1. Ambil segelas air putih biasa (tidak dingin dan tidak juga panas)
2. Masukkan 3 sendok makan Tepung SAGU.
3. (Optional / boleh tidak, boleh juga iya) Masukkan gula jawa (Sesuai Selera)
4. (Optional / boleh tidak, boleh juga iya) Masukkan garam sesuai selera, untuk penyedap saja.
5. Minum deh.
Jangan di campur apa-apa dulu, karena saya kawatir campuran lainnya bisa menyebabkan iritasi pada lambung dan usus. Setelah meminum resep ini di jamin semua gangguan perut yg ada didunia Ini hilang. Perut terasa lega dan bisa buang angin dengan tenang, tanpa was-was akan keluar kotorannya juga :) Hal ini disebabkan karena SAGU yg kita minum mampu melindungi usus dan lambung kita dari asam lambung yg berasal dari tubuh kita sendiri.

KASIAT BUNGA MELATI

Sedikit tentang bunga matahari
Tanaman ini umumya  pendek,dan tumbuh kurang dari setahun, tegak, berbulu, tinggi 1 - 3 m, Ditanam pada halaman dan taman-taman yang cukup mendapat sinar matahari, sebagai tanaman hias. Termasuk tanaman berbatang basah, daun tunggal berbentuk jantung, bunga besar/bunga cawan, dengan mahkota berbentuk pita disepanjang tepi cawan, berwarna kuning, dan di tengahnya terdapat bunga-bunga yang kecil berbentuk tabung, warnanya coklat.
Bagian terpenting: Seluruh bagian.
Untuk penyimpanan: dikeringkan.
Kegunaan setiap bagian:
Bunga: Tekanan darah tinggi, mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala,
pusing, sakit gigi, nyeri menstruasi (dysmenorrhoe), nyeri lambung
(gastric pain), radang payudara (mastitis), rheumatik (arthritis),
sulit melahirkan.
Biji: Tidak nafsu makan, lesu, disenteri berdarah, merangsang
pengeluaran rash (kemerahan) pada campak, sakit kepala.
Akar: Infeksi saluran kencing, radang saluran nafas (bronchitis), batuk
rejan (pertussis), keputihan (leucorrhoe).
Daun: Malaria.
Sumsum dari batang dan dasar bunga (reseptaculum): Kanker lambung,
kanker esophagus dan malignant mole. Juga untuk nyeri lambung, buang
air kemih sukar dan nyeri (dysuria), nyeri buang air kemih pada batu
saluran kencing, air kemih berdarah (hematuria) dan ari kemih berlemak
(chyluria).

Pemakaian untuk diminum:

Bunga: 30 - 90 gr.
Dasar bunga (Receptaculum): 30 - 90 gr.
Sumsum dari batang: 15 - 30 gr. rebus.
Akar : 15 - 30 gr.
Pemakaian luar: karena Terbakar, tersiram air panas, rheumatik.

Contoh cara pemakaian:
Bunga (Flower head) :
1. Sakit kepala: 25 - 30 gr bunga + 1 butir telur ayam (Tidak
dipecahkan) + 3 gelas air, direbus menjadi 1/2 gelas. Diminum sesudah
makan, 2 x sehari.
2. Radang payudara (Mastitis): Kepala bunga (tanpa biji), dipotong
halus-halus, kemudian dijemur. Setelah kering digongseng/sangrai sampai
hangus, kemudian digiling menjadi serbuk/tepung. Setiap kali minum
10-15 gr, dicampur arak putih + gula + air hangat. 3 kali sehari, minum
pertama kali harus keluar keringat. (Tidur pakai selimut).
3. Rheumatik: Kepala bunga digodok sampai menjadi kanji, ditempelkan ke
tempat yang sakit.
4. Disentri : 30 gr biji diseduh, kemudian ditim selama 1 jam. Setelah
diangkat, ditambahkan gula batu secukupnya, minum.
Akar : 1. Kesulitan buang air besar dan kecil: 15 - 30 gr akan segar
direbus, minum.
2. Infeksi saluran kencing: 30 gr akar segar direbus. (jangan
lama-lama, sewaktu baru mendidih, diangkat), minum.

Catatan penting : Sumsum dari batang dan dasar bunga berisi hemicellulose, yang menghambat sarcoma 180 dan ehrlich ascitic carcinoma pada tikus.
Ekstrak dari sumsum dapat menghancurkan nitrosamine dan dapat untuk
pencegahan dan pengobatan tumor saluran cerna (Tractus digestivus).
PERHATIAN : Wanita hamil dilarang minum rebusan bunga !

KASIAT BUNGA MELATI

Sedikit tentang bunga melati
Melati (jasminum sambac), bunganya berwarna putih mungil dan berbau harum, sering digunakan untuk berbagai kebutuhan. Melati, dapat berbunga sepanjang tahun dan dapat tumbuh subur pada tanah yang gembur dengan ketinggian sekitar 600 atau 800 meter diatas permukaan laut, asalkan mendapatkan cukup sinar matahari. Melati dapat dikembangbiakkan dengan cara stek. Tunas-tunas baru akan tampak setelah berusia sekitar 6 minggu.
Beberapa manfaat dan kegunaan dari melati
1. Menghentikan ASI yang keluar berlebihan
 Cara membuat: 1 genggam daun melati dipipis halus dan ditempel di seputar buah dada, setiap pagi sebelum mandi.
2. Sakit mata (mata merah atau belek)
    Cara membuat: 1 genggam daun melati dipipis halus lalu ditempel pada dahi, apabila sudah kering diganti baru, ulangi sampai sembuh.
3. Bengkak akibat serangan daun lebah
1 genggam bunga melati diremas-remas sampai halus dan ditempel pada bagian yang disengat lebah.
4. Demam dan sakit kepala
1 genggam daun melati, 10 bunga melati diremas-remas dengan tangan kemudian direndam dengan air dalam rantang sehabis itu air rendaman ini digunakan untuk kompres dahi.
5. Sesak napas
20 lembar daun melati dan garam secukupnya direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas dan disaring. Tempelkan di seputar buah dada, setiap pagi sebelum mandi.

KASIAT BUNGA PAGODA

Sedikit tentang bunga pagoda
Secara umum, bunga pagoda ditanam di taman, pekarangan rumah, atau di tepi jalan daerah luar kota sebagai tanaman hias. Perdu meranggas, tinggi 1-3 m. Batangnya dipenuhi rambut halus. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan. Helaian daun berbentuk bulat telur melebar, pangkal daun berbentuk jantung, daun tua bercangap menjari, panjangnya dapat mencapai 30 cm. Bunganya bunga majemuk berwarna merah, terdiri dari bunga kecil-kecil yang berkumpul membentuk piramid, keluar dari ujung tangkai. Buahnya bulat. Bunga pagoda dapat diperbanyak dengan biji.
Bagian yang digunakan adalah akar, bunga, dan daun. Untuk penyimpanan, akar harus dikeringkan.

Manfaat dari tiap bagian
-Akar digunakan untuk pengobatan:
-sakit pinggang (lumbago), nyeri pada rematik,
-tuberkulosis paru (TB paru) yang disertai batuk darah, -wasir berdarah
(hemoroid), berak darah (disentri),
-susah tidur (insomnia), dan
-bengkak (memar) akibat terbentur benda keras.
Bunga digunakan untuk pengobatan:
-penambah darah pada penderita anemia, -keputihan,
-wasir berdarah, dan
-susah tidur (insomnia).

Aturan pemakaian
Untuk obat yang diminum, rebus 30-90 g akar atau bunga. Selain , itu,
akar juga dapat dijadikan serbuk, lalu diseduh dan diminum.Untuk pemakaian luar, giling daun segar sampai halus, lalu bubuhkan pada bisul, koreng, dan memar. Selain itu, daun segar dapat diperas dan air perasannya dioleskan pada luka berdarah.

Contoh cara pemakaian
1.    Wasir berdarah
Masak 60 g akar atau bunga pagoda dengan usus sapi. Setelah dingin, kuahnya diminum dan usus sapinya dapat dimakan.
2.    Susah tidur
Keringkan bunga atau akar pagoda secukupnya, lalu giling untuk dijadikan serbuk. Ambil satu sendok teh serbuk tadi, lalu masukkan ke dalam satu seloki arak manis. Aduk rata, lalu minum sekaligus pada malam hari menjelang tidur.
3.    Bisul, koreng
Cuci daun bunga pagoda segar secukupnya, lalu giling sampai halus.
Tambahkan sedikit madu sambil diaduk merata. Bubuhkan ramuan tersebut
pada tempat yang sakit, lalu balut. Ganti ramuan ini tiga kali sehari.

KASIAT BUNGA PUKUL DELAPAN

Sedikit tentang bunga pukul delapan
Bunga pukul delapan ditemukan tumbuh liar di tanah terlantar, tepi saluran air, dan umumnya tumbuh berkelompok. Tumbuhan yang berasal dari Hindia Barat ini bisa ditemukan pada ketinggian 10--250 m dpl, pada tempat-tempat yang terkena sinar matahari langsung atau sedikit terlindung. Herba tegak dengan akar pena yang panjangnya 0,3-0,8 m ini berdaun tunggal, berbentuk bulat telur elips, pangkal berbentuk baji, ujung
runcing, tepi bergerigi kasar, tulang daun menyirip, mempunyai kelenjar, panjang 2-7 cm dan lebar 1-4 cm. Bunga mekar sekitar pukul 8 pagi dan layu sekitar pukul 12 siang. Mahkota bunga bentuknya bulat telur sungsang, pada pangkalnya cokelat, kuning muda di atasnya, dan terpuntir waktu kuncup. Buah berbentuk telur lebar, dengan biji lebih dari 30. Perbanyakan dengan biji.

Bagian yang dapat digunakan ialah daun dan akarnya.

Kegunaan dari setiap bagian
Daun dan akar digunakan untuk mengatasi:
gangguan pencernaan, seperti (perut kembung, tidak nafsu makan, rematik sendi yang disertai bengkak, bengkak karena memar, dan lemah setelah sembuh dari sakit berat).

Aturan pemakaian
Untuk obat yang diminum: rebus daun atau akar segarnya (15 g). Setelah
dingin, saring dan minum airnya.
Untuk obat luar: tumbuk daun segar secukupnya, tambahkan kapur sirih (secukupnya), lalu aduk rata. Tempelkan pada bisul atau bagian tubuh yang bengkak dan memar, lalu balut.

Catatan
Bunga pukul delapan satu marga dengan damiana (Turnera diffusa), herbal
yang berkhasiat mengatasi pembengkakan prostat (hipertrofi prostat)
clan gangguan disfungsi ereksi.

KASIAT KEMBANG PUKUL EMPAT

Sedikit tentang kembang pukul empat
Tumbuhan tahunan, tegak, tinggi 20 cm - 80 cm, berasal dari Amerika Selatan, banyak ditanam orang sebagai tanaman hias di pekarangan atau sebagai pembatas pagar rumah. Tumbuh di dataran rendah yang cukup mendapat sinar matahari maupun di daerah perbukitan. Termasuk suku kampah-kampahan, berbatang basah, daunnya berbentuk jantung, warna hijau tua, panjang 2 cm - 11 cm, lebar 8 mm - 7 cm, pangkal daun membulat, ujung meruncing, tepi daun rata, letak berhadapan, mempunyai
tangkai daun yang panjangnya 6 mm - 6 cm. Bunganya berbentuk terompet, dengan banyak macam warna, antara lain: merah, putih, jingga, kuning, kombinasi/belang- belang. Mekar di waktu sore hari dan kuncup kembali pada pagi hari menjelang fajar. Buahnya keras, warna hitam, berbentuk telur, dapat dibuat bedak. Kulit umbinya berwarna coklat kehitaman, bentuk bulat memanjang, panjang 7 cm - 9 cm dengan diameter 2 cm - 5 cm, isi umbi berwarna putih.

Bagian yang diguakan:
Akar, daun dan buah, dapat dipakai untuk pemakaian luar.
Kegunaan dalam mengobati:
1. Radang amandel (tonsillitis).
2. Infeksi saluran kencing (genito-urinary tract. infection),
prostatitis.
3. Kencing manis (DM), kencing berlemak (chyluria).
4. Keputihan (leucorrhea), erosi mulut rahim (cervival erosion).
5. Radang sendi yang akut (acute arthritis).

Pemakaian
Untuk diminum: Akar 9 - 15 gr. kering atau 15 - 30 gr. segar.
Untuk pemakaian luar: Pembengkakan payudara (acute mastitis), bisul, koreng, luka terpukul, ezcema. Lumatkan tanaman segar untuk pemakaian luar atau rebus dengan air secukupnya untuk cuci. Daun bersifat maturatif (mempercepat pematangan bisul).

Cara pemakaian pada contoh penyakit:
1. Acute arthritis: akar segar direbus, minum. Bila badan panas,
ditambah tahu, bila badan dingin ditambah kaki sapi, Bunga putih
sebanyak 120 gr., direbus, minum.
2. Bisul:
a. Pada bisulnya dioleskan sedikit minyak kemiri. Daun kembang pukul empat dilayukan di atas api, kemudian dioleskan sedikit minyak kelapa, tengahnya dilubang dan letakkan di atas bisul.
b. 10 lembar daun kembang pukul empat dicuci, kemudian dilumatkan, ditambah air garam secukupnya, ditempelkan pada bisul dan sekelilingnya, Ialu dibalut.
 c. Akar segar dibuang kuhtnya, kemudian dilumatkan dan ditambah gula enau. Tempelkan pada bisulnya, sehari diganti 2 x (dua kali).
4. Jerawat:
Buahnya mengandung zat tepung, dibuat tepung bedak. Tepung bedak ini ditambah air, kemudian dioleskan.

PERHATIAN: Wanita hamil dilarang pakai. Untuk merebus, tidak boleh
memakai bahan dari besi (panci, sendok, dll.)

KASIAT KEMBANG KERTAS

Sedikit tentang kembang kertas
Kembang kertas ialah tanaman asli Meksiko, dan dapat ditemukan sampai ketinggian 1.400 m dpl. Tanaman ini menyukai tempat-tempat terbuka yang terkena cahaya matahari, biasa ditanam secara bergerombol di taman-taman atau di pekarangan sebagai tanaman hias atau bunganya digunakan sebagai bunga potong. Terna menahun yang tumbuh tegak dan berambut kasar ini tingginya sekitar 30-50 cm, daunnya berwarna hijau, letaknya berhadapan. Helaian daun bentuknya memanjang, ujung runcing, pangkal memeluk batang, tepi rata, tulang daun melengkung. Bentuk bunganya seperti bunga Aster, dengan warna yang beraneka ragam seperti merah tua, merah muda, kuning atau biru keunguan yang keluar dari ujung batang. Perbanyakan dengan biji.
Bagian yang digunakan: Semua bagian

Biasa digunakan untuk pengobatan :
- Disentri.
- Kencing nanah
- Bisul (furunculosis)
- Sakit pada puting susu (papilla mammae)

Contoh cara pemakaian :
Untuk minum: 10 - 30 gram, direbus.
Pemakaian Luar: Secukupnya digiling halus dibubuhkan (ditaburkan) kebagian yang sakit.

KASIAT BUNA TASBIH

Sedikit tentang bunga tasbih
Terna besar, tahunan, tinggi mencapai 2 m., dalam tanah mempunyai rimpang yang tebal seperti ubi. Daun besar dan lebar, nyirip jelas warna hijau (ada yang berwarna tengguli). Bunga besar dengan warna-warna cerah (merah, kuning) tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan. Buah berupa buah kendaga, biji banyak, bulat. Hampir selalu ditanam sebagai tanaman hias, tapi tumbuh liar di hutan dan daerah pegunungan sampai ketinggian 1.000 dari permukaan laut. Jenis lain, Canna edulis Ke Gawl. (Ganyong) mempunyai kelopak bunga lebih kecil, daun hijau tengguli dengan ping lebih tengguli. Ditanam sebagai tanaman hias, rimpangnya dapat dimakan, di Australia sebagai penghasil tepung yang dikenal sebagai "arrowroot of Queensland".
Bagian yang digunakan: Akar dan rimpang (segar atau kering), bunga (kering).
Kegunaan dalam menyembuhkan: - Penurun panas (antipyretic), tekanan darah tinggi, chronic dysentery, metrorrhagia (haid banyak), keputihan (leucorrhoe), sakit kuning (acute icteric hepatitis), batuk darah (hemoptysis).
Untuk pemakaian luar pada: luka berdarah, radang kulit bernanah, jerawat (acne vulgaris).
Aturan pemakaian:
Akar/rimpang: 15 - 30 gr. kering atau 30 - 60 gr. basah.
Bunga: 10 - 15 gr. PEMAKAIAN LUAR: Akar/rimpang segar dilumatkan, untuk ditempelkan ketempat yang sakit.

CARA PEMAKAIAN :

1.    Acute icteric hepatitis:
Minum rebusan akar tasbih: 60 - 120 gr (dosis maksimal 250 gr.) sehari, dibagi 2 kali minum, selama 20 hari, maksimal 47 hari.
2.    Menghentikan perdarahan: 10 - 15 gr. bunga tasbih, direbus, minum.
3.    Keputihan: 15 - 30 gr. akar tasbih + ketan + daging ayam: di tim.

KASIAT KEMBANG SUMSANG



Kembang Sungsang dapat ditemukan tumbuh liar di semak belukar, hutan jati, kadang ditanam sebagai tanaman hias yang di rambatkan di pagar atau pergola dari daerah pantai sampai 300 m dpl. Asalnya dari daerah tropis di benua Asia dan Afrika, menyukai tempat terbuka yang terkena sinar matahari penuh. Rajin berbunga terutama diawal musim penghujan, serta dikenal mempunyai rimpang yang beracun, Terna tahunan yang berumur panjang, memanjat, tingginya mencapai 2,5 m, bercabang melebar. Batangnya lunak, memanjat dengan sulur yang terdapat diujung daun. Daun tunggal bentuk lanset, ujung runcing, pangkal memeluk batang, tepi rata, panjang 8-25 cm, lebar 1-4 cm, warnanya hijau, Bunga kuncup bentuknya bulat memanjang, bertangkai panjang, ujungnya runcing menghadap ke bawah. Bila mekar, bunganya akan membalik keatas, mahkota bunga berjumlah enam yang bentuknya keriting, bagian atas warnanya merah, pangkalnya berwarna kuning kehijauan. Warna bunganya lama kelamaan akan menjadi merah keseluruhan dan tidak cepat layu. Buah panjangnya 4-5 cm. Bijinya banyak, warnanya merah oranye. Akarnya mempunyai rimpang yang horizontal dan besar. Perbanyakan dengan biji atau rimpang.

Bagaian yang digunakan adalah Rimpang.

Dapat mengobati:
- Lumpuh.
- Sakit pada persendian.
- Panas tinggi, kramp.
- Badan membengkak.
- Kencing nanah.
- Sukar bersalin.

PEMAKAIAN
Untuk minum: 3 g.
Pemakaian luar: Umbi secukupnya diparut, dipakai untuk menggosok dan menurap ekzema, kurap, kudis dan gatal-gatal.

Contoh cara pemakaian:
Penyakit Ekzema
    1 jari rimpang kembang sungsang, 3/4 jari umbi bidara upas, dicuci
    lalu diparut. Remas dengan 2 sendok makan minyak jarak, dipakai
    untuk menggosok dan menurap kulit yang terkena ekzema, lalu
    dibalut. Ganti 2 x sehari

KASIAT DAUN DEWA

Sedikit tentang daun dewa
Terna tahunan, tegak, tinggi ± 50 cm, pada umumnya ditanam dipekarangan sebagai tanam obat. Batang muda berwarna hijau dengan alur memanjang warna tengguli, bila agak tua bercabang banyak. Daun tunggal, mempunyai tangkai, bentuk bulat telur sampai bulat memanjang. Ujung melancip. Daun tua membagi sangat dalam. Daun banyak berkumpul di bawah, agak jarang pada ujung batang, letak berseling. Kedua permukaan daun berambut lembut, warna putih. Warna permukaan daun hijau tua, bagian bawah berwarna hijau muda. Panjang daun 8-20 cm. lebar 5 - 10 cm. Bunga terletak di ujung batang, warna kuning berbentuk bonggol (kepala bunga). Mempunyai umbi berwarna ke abu-abuan, panjang 3-6 cm., dengan penampang ± 3 cm.

Bagian yang digunakan : Seluruh tanaman.
Kegunaan :
Daun : Luka terpukul, melancarkan sirkulasi, menghentikan perdarahan
(Batuk darah, muntah darah, mimisan), pembengkakan payudara, infeksi
kerongkongan, tidak datang haid, digigit binatang berbisa.
Umbi : Menghilangkan bekuan darah (haematom) pembengkakan, tulang patah
(Fraktur), perdarahan sehabis melahirkan.

Untuk diminum : 15-30 gram daun segar, direbus atau ditumbuk kemudian diperas, minum.
Pemakaian luar : Secukupnya tumbuhan ini dilumatkan sampai seperti bubur, ditempelkan ke tempat yang sakit.

KEGUNAAN :
1. Digigit ular / digigit binatang lain: Umbi dilumatkan kemudian ditempelkan di tempat kelainan.
2. Kutil : 5 lembar daun dewa dihaluskan, dan dilumurkan pada tempat berkutil, kemudian dibalut. Dilepas keesokan harinya.

CARA PEMAKAIAN:
1. Luka terpukul, tidak datang haid: 15-30 gram herba direbus atau ditumbuk, diambil airnya, campur dengan arak yang sudah dipanaskan, minum.
2. Perdarahan pada wanita, pembengkakan payudara, batuk dan muntah darah : 1 (satu) batang lengkap (15 gram) direbus, minum.
3. Kejang pada anak: 1 batang ditumbuk ambil airnya, dicampur arak, minumkan.
4. Luka terpukul, masuk angin: 6-9 gram umbi segar ditambah arak kuning
(wong ciu) secukupnya, kemudian dipanaskan, minum.

KASIAT DAUN ENCOK

Sedikit tentang daun encok
Tumbuhan ini berasal dari Sri Lanka, kemudian menyebar ke seluruh kawasan tropik, termasuk Indonesia dan kepulauan Pasifik. Daun encok tumbuh liar di ladang, di tepi saluran air atau ditanam di pekarangan sebagai pagar hidup dan tempat-tempat lainnya sampai setinggi + 800 m dpi. Perdu tahunan yang menaik, berbatang panjang, tinggi 0,6 - 2 m. Batang berkayu, bulat, licin, beralur, bereabang. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai yang panjangnya 1,5 - 2,5 cm, pangkal tangkai daun agak melebar, memeluk batang. Daun bulat telur sampai jorong, panjang 5 - 11 cm, lebar 2 - 5 cm, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi beringgit, pertulangan menyirip, wamanya hijau. Bunga majemuk dalam tandan yang keluar di ujung tangkai, kecil-kecil, berambut, berwarna putih. Buah kecil, bulat panjang, masih muda hijau, setelah tua hitam. Biji kecil, cokelat. Perbanyakan dengan biji atau setek.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Rematik sendi, memar (lebam), keseleo, nyeri lambung, kurap, ; Kanker dan kanker darah.;

BAGIAN YANG DIGUNAKAN
: Akar dan herba.

INDIKASI :
Indikasi Akar berkhasiat untuk mengatasi:
- rematik sendi, memar (lebam),
- keseleo, nyeri lambung,
- kurap, dan kanker darah.

CARA PEMAKAIAN :
Akar sebanyak 10 - 15 g, direbus selama lebih dari 4 jam.
Pemakaian luar, daun diremas lalu diletakkan pada bagian tubuh yang kena rematik, sakit pinggang, memar, kurap, kusta, skabies, sakit ke ala atau diletakkan di perut bagian bawah bila kencing kurang lancar. Saat menggunakan remasan daun ini jangan lebih dari 1/2 jam agar tidak timbul lepuh seperti luka bakar.

CONTOH PEMAKAIAN :

1. La Rematik
    a. Siapkan segenggam daun segar, dicuci lalu ditumbuk halus.
       Tambahkan air hangat seperlunya sampai adonan seperti bubur.
       Gunakan untuk melumas dan menggosok bagian tubuh yang sakit.
       Lakukan 2 kali sehari.

    b. Siapkan daun segar sebanyak 15 g lalu dicuci bersih. Tambahkan
       kapur sirih sebanyak 1 sendok makan. Carnpuran ini lalu ditumbuk
       sampai lumat, kemudian dibalurkan ke tempat yang.sakit.

2. Sakit kepala
    a. Siapkan daun encok secukupnya, lalu dipipis. Tambahkan sedikit
       minyak kelapa sampai menjadi adonan seperti bubur. Letakkan di
       pelipis dan bagian kepala yang sakit sebagai tapal. Cukup 30
       menit supaya tidak terjadi lepuh.

    b. Siapkan daun encok segar, lalu cuci bersih dan memarkan.
       Oleskan minyak kelapa lalu layukan di atas api. Tempelkan di
       belakang telinga.

3. Kencing kurang lancar
    Ambil daun encok secukupnya, tambahkan adas pulosari lalu giling
    halus. Gosokkan ramuan tersebut di perut bagian bawah, tepat di
    posisi kandung kencing. Cukup 30 menit agar tidak terjadi lepuh.

4. Kanker darah
    Siapkan akar daun encok, biji Livistona chinensis, Hedyotis diffusa
    (rumput lidah ular) dan Verbena officinalis (verbenae berbalma biancao), masing-masing 30 g, dan Spica prunellae (xia ku caol dari
    tumbuhan Prunella vulgaris L.) 15 g. Akar daun encok direbus
    terlebih dahulu selama 4 jam dengan air bersih secukupnya.
    Tambahkan air bila air rebusannya.berkurang. Setelah 4 jam, baru
    bahan obat lain-lainnya dimasukkan. Didihkan kembali selama 1/2
    jam. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum. Sehari 3
    kali, masing-masing 1/3 bagian.

5. Kusta, skabies, dan kelainan kulit
    Ambil akar daun encok, lalu cuci dan tumbuk sampai halus.
    Tambahkan sedikit susu dan air sambil diaduk merata sampai
    menjadi adonan seperti pasta. Oleskan ke bagian tubuh yang sakit.

CATATAN :

- Perempuan hamil dilarang menggunakan.
- Bila timbul keracunan pada kulit, cuci dengan asam borat (boric acid).
- Daun hanya digunakan untuk pemakaian luar. Pemakaian luar juga
  dibatasi selarna 1/2 jam. Terlalu lama menyebabkan timbulnya lepuh
  seperti luka bakar.

KASIAT DAUN JINTAN

Sedikit tentang daun jintan
Tanaman semak, menjalar. Batang berkayu, lunak, beruas-ruas. Ruas yang menempel di tanah akan tumbuh akar, batang muda berwarna hijau pucat. Daun tunggal, mudah patah, bentuk bulat telur, tebal, tepi beringgit, berabut, panjang 6-7 cm, lebar 5-6 cm, bertulang menyirip, warna hijau muda. Bunga majemuk, berbentuk tandan, mahkota bentuk mangkok warna ungu. Bagian yang Digunakan Seluruh bagian tumbuhan.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sifat khas Pedas, menetralkan, dan membersihkan darah. SIFAT KHAS Pedas, menetralkan, dan membersihkan darah. PENELITIAN Ifiwati Wibowo,1992. Fakultas Farmasi, WIDMAN. Pembimbing: Dra. Dien Ariani L. dan dr. Irwan S. Telah melakukan penelitian daya antibakteri ekstrak Daun Jintan terhadap kuman gram negatif dari penderita infeksi saluran kemih. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata ekstrak Daun Jintan dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli mulai konsentrasi 1,2 gr/ml dan bakteri P. mirabilis mulai konsentrasi 1,0 g/ml.

Pemanfaatan :
-Asma.
-Batuk.
-Bayi muntah.
-Bronkhitis.
-Demam. -Mulas.
-Pencernaan tidak baik.
-Radang saluran kandung kemih.
-Sariawan perut.
-Sakit kepala.

RAMUAN DAN TAKARAN
Batuk Ramuan: Daun Jintan segar 7 helai Air 100 ml Cara pembuatan: Dibuat infus atau diseduh.
Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.
Lama pengobatan: Diulang selama 14 hari.

Sariawan Perut (Panas Dalam): Daun Jintan segar 1 gram Daun Saga segar 3 gram Herba Pegagan segar 3 gram Daun Sirih segar 3 helai Kulit Kayu Turi 4 gram Air 110 ml Cara pembuatan: Dibuat infus atau dipipis.
Cara pemakaian: Diminum 1 kali sehari 100 ml (infus). Apabila dibuat pipisan diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir.
Lama pengobatan: Diulang selama 7 hari. Bayi Muntah Kalau bayi sering muntah dan masih menyusui pada ibunya. Muntah tersebut disebabkan karena ibunya makan makanan yang amis seperti ikan, udang, dll.

Sakit Kepala: Daun Jintan segar 2 helai Daun Legundi segar 2 helai Rimpang Jahe merah 1 rimpang Rimpang Bangle secukupnya Air secukupnya
Cara pembuatan: Dipipis hingga berbentuk pasta. Cara pemakaian: Dioleskan ke pelipis dan di belakang telinga. Bila ada, dapat ditambahkan minyak kelonyo.

KASIAT DAUN MADU

Sedikit tentang daun madu
Tumbuhan asli India ini umumnya ditanam sebagai tanaman pagar. Semak, tinggi 1-3 m, bercabang banyak. Batang berkayu, bulat, berbuku-buku, berambut, hijau kecokelatan. Daun tunggal, berhadapan, helaian elips sampai lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, tulang daun menyirip, kedua permukaan berambut, panjang 4-8 cm, lebar 1-3 cm, warnanya hijau atau hijau kekuningan. Bunga tunggal atau berpasangan, di ketiak daun dan ujung tangkai, mahkota berambut kelenjar, bibir atas mahkota berbagi empat, bulat telur, warnanya ungu. Buah elips, panjang 1,5 cm, berbibir tiga sampai empat, kecokelatan. Biji kecil, pipih, warna cokelat.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Daun, akar, bunga, dan biji.

INDIKASI :
Daun dan akar berkhasiat mengatasi:
- rematik dan
- batuk.

Bunga berkhasiat mengatasi:
- Bengkak karena gigitan serangga.

Biji berkhasiat untuk mengatasi:
- digigit ular berbisa.

CONTOH PEMAKAIAN :
1. Rematik
    Siapkan daun segar sebanyak 1 genggam lalu cuci bersih.
    Tambahkan kapur sirih 1/4 sendok teh. Tumbuk sampai lumat,
    kemudian dibalurkan pada tempat yang sakit.

KASIAT POHON MERAH

Sedikit tentang pohon merah
Tanaman hias yang asalnya dari Mexico ini dapat ditemukan dari 1-1.400 m dpl, tetapi untuk mendapatkan warna daun yang cerah lebih cocok bila ditanam pada ketinggian sekitar 600 m dpi. Perdu tegak, tinggi 1,5-4 m, berkayu, bercabang, bergetah seperti susu. Daun tunggal, bertangkai, letak tersebar, bentuknya bulat telur sampai elips memanjang, yang terbesar kerapkali dengan 2-4 lekukan, ujung dan pangkal runcing, pertulangan menyirip, panjang 7-1 5 cm, lebar 2,5-6 cm, bagian bawah berambut halus, tangkai daun muda warnanya merah, setelah tua hijau. Bunga majemuk berbentuk cawan dalam susunan yang khas disebut cyathium, keluar diujung percabangan. Tiap cyathium berhadapan dengan daun pelindung yang besar, bentuk lanset, warnanya merah, kadang-kadang berwarna kuning. Cyathium tinggi 1 cm, hijau dengan taju merah dan 1 kelenjar besar, pada sisi perut warnanya kuning oranye. Tangkai sari merah oranye. Buahnya buah kotak, panjang 1,5 cm, masih muda hijau, setelah tua coklat. Biji bulat, coklat. Sekarang banyak varietasnya yang berasal dari Eropa, dan merupakan hasil pemuliaan. Tanaman lebih pendek, daun lebih lebar dengan warna daun pelindung bermacam-macam, seperti merah, putih atau merah muda.

Bagian yang digunakan
: Daun, bunga, atau seluruh tanaman.
Manfaat:
- lnfeksi kulit, erysipelas.
- Meiancarkan haid.
- Air susu ibu sedikit.
- Tulang patah.
- Bengkak karena terpukul.
- Luka luar.

Pemakaian:
Untuk minum: 10-15 g, direbus.
Pemakaian luar: Secukupnya ditumbuk, tempelkan kebagian yang sakit.

Cara pemakaian:
1. Radang kulit erysipelas:
    Daun secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus.
    Balurkan kebagian tubuh yang sakit.
2. Melancarkan ASI: 10 g bunga dicuci lalu direbus, minum.

KASIAT POHON WARU

Bagian yang digunakan adalah daun, akar, dan bunga.
INDIKASI
Daun waru digunakan untuk pengobatan : TB paru-paru, batuk, sesak napas, Radang amandel (tonsilitis),
Demam, Berak darah dan lendir pada anak, muntah darah, Radang usus, Bisul, abses, Keracunan singkong,
Penyubur rambut, rambut rontok,
Akar digunakan untuk mengatasi : terlambat haid, demam.
Bunga digunakan untuk pengobatan : radang mata.

CARA PEMAKAIAN
Untuk obat yang diminum, gunakan daun segar sebanyak 50-100 g atau 15-30 g bunga. Rebus dan air rebusannya diminum.
Untuk pemakaian luar, giling daun waru segar secukupnya sampai halus.
Turapkan ramuan ini pada kelainan kulit, seperti bisul atau gosokkan
pada kulit kepala untuk mencegah kerontokan rambut dan sebagai penyubur
rambut.

CONTOH PEMAKAIAN:
TB Paru
  • Potong-potong 1 genggam daun waru segar, lalu cuci seperlunya. Tambahkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa sekitar 3/4-nya. Setelah dingin, saring dan tambahkan air gula ke dalam
    air saringannya, lalu minum, sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas minum.
  • Sediakan daun waru, pegagan (Centella asiatica L.), dan daun legundi (Vitex trifolia L.) (masing-masing 1/2 genggam), 1/2 jari bidara upas (Merremia mammosa Lour.), 1 jari rimpang kencur (Kaempferia galanga L.), dan 3 jari gula enau. Cuci semua bahan-bahan tersebut, lalu potong-potong seperlunya. Masukkan ke dalam periuk tanah atau panci email. Masukkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa 3/4nya. Setelah dingin, saring dan air saringannya siap untuk diminum, sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

Batuk
Cuci 10 lembar daun waru segar, lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa 3/4 bagian. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum, sehari 3
kali, masing-masing 1/3 bagian. Sebelum diminum, tambahkan madu secukupnya.

Batuk berdahak
Cuci 10 lembar daun waru yang masih muda sampai bersih, lalu tambahkan gula batu seukuran telur burung merpati. Tambahkan 3 gelas air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa 3/4 bagian. Setelah dingin, saring dan
air saringannya diminum, sehari 3 kali minum, masing-masing 1/3 bagian.

Radang amandel
Cuci 1 genggam daun waru segar, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya digunakan untuk berkumur (gargle), terus diminum,
sehari 3-4 kali, setiap kali cukup seteguk.

Radang usus
Makan daun waru muda yang masih kuncup sebagai lalap. Berak darah dan lendir pada anak
Cuci 7 lembar daun waru muda (yang masih kuncup) sampai bersih. Tambahkan 1/2 cangkir air sambil diremas-remas sampai airnya mengental seperti selai. Tambahkan gula aren sebesar kacang tanah sambil diaduk sampai larut. Peras dan saring menggunakan sepotong kain halus. Minum air saringan sekaligus.

Muntah darah
Cuci 10 lembar daun waru segar sampai bersih, lalu giling halus. Tambahkan 1 cangkir air minum sambil diremas-remas. Selanjutnya, saring dan tambahkan air gula secukupnya ke dalam air saringannya, lalu minum
sekaligus.

Rambut rontok
Cuci 301embar daun waru segar dan 20 daun randu segar ( Ceiba pentandra Gaertn.), lalu giling sampai halus. Tambahkan 2 sendok makan minyak jarak dan air perasan 1 buah jeruk nipis, sambil diaduk sampai rata. Saring ramuan tersebut menggunakan sepotong kain sambil diperas. Gunakan air perasannya untuk menggosok kulit kepala sambil dipijat ringan. Lakukan sore hari setelah mandi, lalu bungkus rambut dengan
handuk atau sepotong kain. Selanjutnya, cuci rambut keesokan harinya. Lakukan 3 kali seminggu.

Penyubur rambut
Cuci 15 lembar daun waru muda, lalu remas-remas dalam 1 gelas air bersih sampai airnya seperti selai. Selanjutnya, peras dan saring menggunakan sepotong kain. Embunkan cairan yang terkumpul selama
semalam. Keesokan paginya, gunakan cairan tersebut untuk membasahi rambut dan kulit kepala. Alhasil, kepala menjadi sejuk dan rambut akan tumbuh lebih subur.

KASIAT POHON TURI

Bagian yang digunakan: Kulit batang, bunga, daun, akar.
Kegunaan:
Kulit batang (terutama bagian pangkalnya):
- Sariawan
- Disentri, diare
- Scabies
- Cacar air
- Demam dengan erupsi kulit
Daun:
- Keseleo
- Memar akibat terpukul (hematoma)
- Luka
- Keputihan (fluor albus)
- Batuk
- Hidung berlendir, sakit kepala
- Memperbanyak produksi ASI
- Beri-beri
- Demam nifas
- Radang tenggorokan
Bunga:
- Memperbanyak dan memperlancar pengeluaran ASI
- Hidung berlendir
Akar:
- Pegal linu (rheumatism)
- Batuk berdahak

PEMAKAIAN :
Untuk minum: Kulit batang turi merah bagian pangkal sebesar ibu jari direbus.
Pemakaian luar : Kulit batang secukupnya ditumbuk halus, untuk pemakaian setempat seperti scabies. Daun segar setelah ditumbuk halus, diikatkan pada bagian tubuh yang memar atau keseleo.

CARA PEMAKAIAN:
1. Sariawan a. Kulit batang segar secukupnya diremas-remas dalam air,
untuk kumur-kumur. Lakukan 3 kali sehari. b. Kulit batang sebesar ibu
jari direbus, minum. Lakukan beberapa kali.
2. Sariawan, sakit tenggorokan : Daun secukupnya dicuci bersih lalu
diremas-remas dalam air matang. Digunakan untuk kumur-kumur pada
tenggorokan (gargle).
3. Radang tenggorokan : Segenggam daun turi merah direbus dengan air bersih secukupnya. Setelah dingin disaring, airnya dipakai untuk kumur-kumur. Lakukan kumur-kumur sebanyak 4 kali sehari.
4. Disentri berak darah: Kulit batang sebesar ibu jari dari pohon turi yang bunganya merah direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas, setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari.
5. Kuku jari bengkak akibat tersandung atau terpukul: Daun secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Taruh diatas kuku yang sakit dan kulit sekitarnya, lalu dibalut. Ganti 2-3 kali sehari. Bekukan darah
dibawah kuku akan hilang dan sakitnya akan berkurang.
6. Keputihan: Segenggam daun turi putih dan kunyit sebesar ibu jari dicuci bersih lalu digiling halus. Tambahkan 3/4 cangkir air minum, diaduk merata lalu diperas dan disaring, minum. Lakukan 2 kali sehari.
7. Batuk: Daun turi merah dan daun inggu masing-masing 1 genggam dicuci lalu ditumbuk halus, tambahkan air perasan sebuah jeruk pecel. Aduk merata, lalu diperas dan disaring, minum.
8. Batuk berdahak: Akar turi sebesar jari telunjuk dicuci bersih lalu digiling halus, tambahkan 1/2
cangkir air masak dan 1 sendok madu. Aduk sampai merata, lalu diperas dan disaring dengan sepotong kain. Minum.
9. Penambah ASI:
  •  Daun turi yang masih muda dikukus, dimakan sebagai lalab matang. 
  • Bunga dari turi putih dimasak, makan. 
10. Pegal linu: Akar dari pohon turi berbunga merah secukupnya digiling halus, tambahkan sedikit air sampai
menjadi adonan seperti bubur. Gosokkan kebagian badan yang sakit.
11.Cacar air, demam dengan erupsi kulit: Kulit batang sebesar ibu jari direbus dengan air secukupnya. Setelah dingin disaring, minum.
12. Hidung berlendir, sakit kepala: Segenggam daun dan bunga digiling halus, tambahkan 1/2 cangkir air masak. Aduk merata, lalu diperas dan disaring. Minum.
13. Demam nifas: Daun turi 1/3 genggam dicuci bersih lalu digiling sampai halus. Tambahkan 3/4 cangkir air minum dengan sedikit.

OBAT TRADISIONAL GATAL KULIT

Penyakit gatal reaksi yang terjadi pada kulit akibat terserang gigitan serangga atau jamur. Akibat yang kedua dapat menyerang kulit, terutama pada bagian yang tersembunyi, seperti mulut, lengan, kemaluan, ketiak, sela-sela jari tangan dan kaki, lipatan paha, selangkangan dan tempat-tempat yang lembap lainnya. Beberapa ramuan yang ada di bawah ini :

  • Ramuan Obat Herbal Gatal gatal 1:
Kulit labu bligo (labu tangkua) direbus dengan air secukupnya, kemudian airnya digunakan untuk mandi.
Pemakaian : Secara teratur 1-2 kali sehari.

  • Ramuan Obat Tradisional Gatal gatal 2:
1-2 lembar daun biduri dicuci bersih, permukaannya dioleskan dengan minyak kelapa, lalu layukan diatas api.
Pemakaian : Tempelkan di bagian yang gatal.
  • Ramuan Obat Tradisional Gatal gatal 3 :
Seluruh Tanaman leunca digiling hingga halus kemudian dioleskan pada kulit yang gatal.
Pemakaian : Secara teratur 1-2 kali sehari.
  • Ramuan Obat Tradisional Gatal gatal 4 :
Cuci bersih 20 gram batang dan daun kentut segar, lalu digiling halus.
Pemakaian : Tempelkan di bagian yang gatal.
  • Ramuan Obat Herbal Gatal gatal 5:
Cuci bersih 1 lembar daun keji beling segar. Gosokkan di bagian yang gatal sampai daun hancur dan mengeluarkan air.
Pemakaian : 2 kali setelah berselang 2 jam.
Cuci bersih daun mimba, lalu remas-remas hingga hancur.
Pemakaian : balurkan pada bagian yang gatal.
  • Ramuan Obat Tradisional Gatal 6:
15 gram temu hitam, 15 gram temu kunci, dan 15 gram kunyit dihaluskan, kemudian dioleskan pada kulit yang gatal.
Pemakaian : Secara teratur 1-2 kali sehari.